Jumat, 11 November 2011

Frangky : Klien Saya tak Tahu Ada Penyelewengan DAK 2010 Posted by abmHukum dan KriminalitasKamis, 10 November 2011 21:39 MANADO – Franky Onibala, Penasihat Hukum Decky Kaawoan mengatakan, kliennya tidak pernah tahu ada penyelewengan DAK 2010. “Sebab saat diperiksa, Decky Kaawoan baru menjabat sebagai Kadis PPKAD Minahasa Selatan tahun ini,” kata Onibala. Menurut Onibala, kliennya tidak tahu hal tersebut, karena tidak pernah terima uang. “Tidak ada penyimpangan dan tidak ada kerugian negara,” katanya. Ia menambahkan, sebelum dilakukan penahanan, Kaawoan telah diperiksa oleh penyidik sebanyak tiga kali. Pemeriksaan pertama sebagai saksi, kemudian sebagai tersangka dan terakhir pada Kamis ini. “Tadi dia sempat diperiksa sekitar tiga jam. Sebelum ditahan juga dilakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Manado,” kata Onibala. Terkait dengan penanganan kasus DAK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan, sebelumnya kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat di daerah itu sebagai saksi. Para pejabat yang diperiksa itu antara lain Sekretaris Daerah Minahasa Selatan MC Kairupan, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Pemuda dan Olah raga Minahasa Selatan Jan Rattu. (jor)
”Si Miskin tak Bisa Mimpikan Lagi Masuk Unsrat” MANADO – Adanya kenaikan SPP dan uang pembangunan yang tanpa mempertimbangan kemampuan rata-rata masyarakat di Sulut, membuat setiap tahun Unsrat semakin dijauhi para lulusan. ”Dulu anak petani seperti saya masih bisa mengecam pendidikan di Unsrat, apalagi di Fakultas Hukum Unsrat, ”ujar Jeverson Petonengan SH MH, wakil Sekretaris DPC GAMKI Manado. Saat generasi dia di Unsrat kata Jepeto, sapaan akrab Pengacara Muda Sulut ini, banyak sekali anak nelayan, petani, dan buruh bangunan yang bisa merealisasikan mimpi-mimpinya dengan bisa sekolah di Unsrat, dan bisa menyelesaikan pendidikan. ”Kalau sekarang terus terang saya sedih, banyak adik-adik saya yang berpikir masuk Unsrat pun sudah takut, mereka terpaksa sekolah di Perguruan Tinggi Swasta yang biaya pendidikannya masih terjangkau, ”ujarnya. Khusus di Fakultas Hukum Unsrat, kata Jepeto, dengan uang pembangunan yang mencapai Rp 15 juta, dan lainnya, tentu akan semakin menurunkan calon mahasiswa yang masuk. Selain itu, dia mengaku, mendengar bahwa pungutan-pungutan ini tidak disertai dengan kuitansi. ”Ini khan masuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), jadi kalau diusut oleh oenegak hukum, bisa saja ini mengarah ke korupsi, ”ujarnya lagi.(abm)

Selasa, 18 Oktober 2011

30 Hektar Sawah Petani Ranotongkor Kekeringan

Senin, 11 Oktober 2010 , 10:55:00 30 Hektar Sawah Petani Ranotongkor Kekeringan TOMBARIRI- Kebijakan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memprioritaskan pembangunan irigasi dalam rangka meningkatkan produksi pertanian dalam hal ini padi, patut dipertanyakan. Pasalnya, kondisi irigasi yang ada di Desa Ranotongkor sejak tahun lalu sampai saat ini masih dalam kondisi memprihatinkan dan belum mendapatkan perhatian Pemkab, dalam hal ini Dinas PU. Menurut Hukum Tua Ranotongkor Alebert R Mentang, panjang irigasi di Ranotongkor yang rusak kurang lebih 200 meter. “Irigasi yang rusak ini mengairi kurang lebih 40 ha sawah petani di Desa Ranotongkor. Namun setelah rusak, tinggal 10 ha area sawah yang bisa ditanam sedang 30 ha lainnya sudah tidak bisa ditanam,” tegas Mentang. Lanjutnya, 30 ha sawah yang tidak bisa ditanam padi ini, saat ini dialihfungsikan dan ditanami jagung. “Ketimbang tidak digunakan, lebih baik ditanami jagung,” tegas Mentang. Hal senada diungkapkan oleh Warga Ranotongkor lainnya, Sem Walewangko. Menurutnya, Pemkab Minahasa dalam hal ini Dinas PU, harus bisa secepatnya memperbaiki irigasi yang sudah rusak ini. Kadis PU Minahasa Ir Alex Sembung melalui Kabag Humas Pemkab Minahasa Vicky Tanor kepada wartawan koran ini mengungkapkan, desakan warga Ranotongkor agar pemerintah bisa secepatnya memperbaiki irigasi Ranotongkor akan dibicarakan dan diupayakan dalam anggaran APBD 2011. (ylo/myw)

Minggu, 18 September 2011

Healthy Porridge: Bubur Manado (Tinutuan)

Healthy Porridge: Bubur Manado (Tinutuan) by ARIEF T NUR GOMO on Oct 1, 2010 • 2:34 pm 2 Comments Waktu lebaran kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mudik ke Manado, tempat kelahiran saya. Saya dan teman-teman mengunjungi tempat wisata kuliner yang cukup terkenal di Manado, namanya Wisata Makanan Tradisional Tinutuan Wakeke. Di sepanjang jalan Wakeke ini berjejer warung-warung makan yang menjual Tinutuan atau bubur Manado lengkap dengan lauk-pauknya seperti perkedel nike (sejenis ikan yang berukuran lebih kecil dari ikan teri dan hanya terdapat di Danau Tondano Sulawesi Utara), sambal Roa (sejenis ikan asap khas), pisang goreng khas Manado dan lain-lain. Tinutuan atau bubur Manado adalah salah satu masakan khas dari Sulawesi Utara. Bubur ini dijuluki bubur sehat karena bahan-bahan makanan yang digunakan terkenal dengan manfaatnya yang menyehatkan. Tak hanya menyehatkan, makanan yang satu ini tak kalah enaknya, apalagi bila disantap dengan sambalnya. Mari kita lihat jenis bahan baku dan manfaat kesehatannya. Beras adalah sumber utama karbohidrat dan energi. Selain itu kandungan gula pada beras kurang dari 0,1%. Beras juga menyuplai mineral kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium serta vitamin B9 (folat) dan B3 (niasin). Jagung muda adalah jagung yang dipanen pada saat muda. Rasanya agak manis karena kandungan gulanya lebih tinggi dibandingkan dengan jagung tua. Jagung muda menghasilkan kalori yang rendah karena kandungan karbohidratnya yang hanya sekitar 25% dibandingkan beras. Kandungan serat jagung muda lebih tinggi dibandingkan dengan beras atau kentang. Oleh karena itu jagung muda disini berfungsi sebagai sayur dan bukan sebagai sumber karbohidrat. Jagung muda juga merupakan sumber mineral magnesium, fosfor, dan kalium, serta vitamin B9 (folat). Jagung muda mengandung antioksidan beta karoten. Labu kuning atau bahasa Inggrisnya pumpkin. Bahan makanan yang satu ini kaya akan vitamin A dan beta karoten. Selain itu juga merupakan sumber serat dan rendah lemak. Kandungan lain pada bahan ini yaitu vitamin C dan E, juga mineral fosfor dan kalium. Singkong termasuk sumber karbohidrat dengan nilai indeks glikemik yang rendah. Bahan ini juga merupakan sumber serat, rendah lemak, rendah sodium, dan sumber yang baik untuk mineral mangan dan vitamin C. Bayam memiliki nilai nutrisi yang tinggi dan kaya akan antioksidan apabila dikonsumsi segar, dikukus, atau direbus cepat. Selain itu bahan ini merupakan sumber yang baik akan vitamin A (tinggi kandungan lutein dan zeaxanthin), C, E, K, B2, B6, dan B9, juga mineral magnesium, mangan, besi, kalsium, kalium, fosfor, seng, selenium, dan tembaga. Penelitian terakhir menyebutkan juga kalau bayam ternyata mengandung senyawa opioid peptide yang disebut rubiscolins yang berperan penting dalam kesehatan otak terutama berperan pada motivasi, emosi, hubungan antar manusia,respons terhadap tekanan dan sakit, dan mengontrol asupan makanan. Kangkung atau water spinach mengandung kalori yang rendah dan merupakan sumber yang baik untuk mineral kalsium dan besi, serta vitamin A dan C. Kemangi (basil). Penelitian terakhir menyebutkan bahwa kandungan minyak atsiri dalam kemangi berpotensi sebagai antioksidan, antikanker, anti virus, dan anti mikroba. Selanjutnya, mari kita membuat bubur Manado. Try the recipe below. Untuk 2 porsi Bahan 75 g beras 250 g jagung muda (disisir) 100 g labu kuning 50 g singkong 1 L air 1 sdt garam 1 batang serai (memarkan) 1 cm jahe (memarkan) 50 g bayam 50 g kangkung 25 g daun kemangi Cara membuat Cuci labu kuning. Kupas dan potong-potong ukuran 2x2x1 cm. Sisihkan. Bersihkan dan cuci daun bayam, kangkung dan daun kemangi. Potong dan campurkan daun bayam, kangkung dan daun kemangi. Sisihkan. Siapkan panci, masukkan beras yang sudah dicuci, garam, sereh, jahe dan air. Masak hingga setengah matang. Masukkan jagung dan labu kuning. Aduk. Kemudian masak sampai matang. Masukkan campuran sayur. Masak sekitar 10 menit sambil diaduk hingga sayuran matang. Angkat. Hidangkan. Nilai Gizi per porsi Energi: 140 kkal Lemak: 0,8 g Karbohidrat: 28,6 g Serat: 3,1 g Protein: 4,6 g Tips dan saran: Agar lebih nikmat, jangan lupa sambalnya. Ikan asin, perkedel nike, atau perkedel jagung pun bisa menjadi temen santapan bubur manado. Jika dibuat untuk disantap nantinya. Siapkan saja buburnya. Tambahkan sayur sambil dipanaskan bersama bubur ketika akan disantap. Sehingga vitamin tidak banyak yang hilang dari sayur. Sajikan hangat lebih nikmat.

RESEP MASAKAN KHAS MANADO

Masakan Khas Manado Masakan khas Manado - Sulawesi Utara yang sudah masuk kategori selera Nusantara adalah Bubur Manado atau Tinotuan dan Masakan Woku Bubur Manado Bubur Tinotuan , atau lebih populer dengan nama Bubur Manado, merupakan salah satu makanan khas dari Kota Manado, Sulawesi Utara. Makanan ini boleh dikatakan telah menusantara, karena dapat ditemukan disemua kota dan sesuai selera nusantara, lagi pula sangat sarat dengan Gizi. Bahan : 1 mangkok bubur 100g-kangkung- yang sudah dipetik dari tangkainya 2 buah jagung muda, disisir 250g -ubi jalar- merah, dipotong dadu dan direbus 50g -daun melinjo 50g -daun kemangi 1sdt garam ½sdt gula pasir 200ml -air 100g -ikan asin Cara membuat : Rebus bubur beserta air hingga mendidih, kemudian masukkan ubi masak hingga tercampur rata. Masukkan jagung, kangkung, daun melinjo, daun kemangi, garam, dan gula. Masak hingga sayur cukup matang. Sajikan dengan ikan asin. Masakan Woku Ikan masak woku adalah maskan khas buatan Menado. Sangat nikmat dan menjadi favorit di semua kota yang doyan dengan ikan . Ada dua macam sajian woku yaitu woku belanga dan woku bakar. Sedangkan ikannya bisa dari air tawar (yang enak jenis mujair), bisa pula dari ikan laut. Dari beberapa tempat restoran , tercatat juga sebagai Selera Nusantara Bahan : * 600 gr (2 ekor) ikan ,potong dua bagian * 3 batang Serai dirajang halus * 5 lembar Daun jeruk dirajang halus * 1/2 lembar Daun kunyit dirajang halus * 3 batang Daun bawang dirajang * 1 genggam Daun kemangi * 2 buah Tomat dipotong 8 bagian * 3 sdm Daun jeruk * 4 sdm Minyak untuk menumis Bumbu yang dihaluskan: * 10 buah Cabe rawit merah * 5 buah Cabe merah * 7 buah Bawang merah * 5 cm Jahe * 2 sdt Garam Cara membuat: * Panaskan minyak , tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang kemudian masukkan serai, daun jeruk, daun kunyit, daun bawang, aduk hingga beraroma harum. * Masukkan ikan mas, aduk hingga seluruh permukaan ikan terlumur dengan bumbunya. * Letakkan daun kemangi di atas ikan kemudian tutup , teruskan memasak hingga ikan benar-benar matang, angkat dan sajikan.

Pantai Mangatasik, Potensi PAD yang Terlupakan

Pantai Mangatasik, Potensi PAD yang Terlupakan Pantai Mangatasik Minahasa Today – Kabupaten Minahasa sebenarnya memiliki sejumlah potensi wisata yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Antaranya Pantai Pantai Mangatasik. Meski setiap liburan dipadati ribuan pengunjung, namun hingga saat ini Pantai yang terdapat di Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa tersebut belum dikelola. Kondisi pantai pun tidak terawat. Ini mengundang keprihatinan dari warga yang berwisata ke sana. ‘’Dari ribuan pengunjung, berapa saja uang yang bisa diperoleh saat hari-hari libur seperti ini. Harusnya, Pemkab Minahasa dalam hal ini Dinas Pariwisata tanggap, karena sudah bertahun-tahun tak pernah dikelola,’’ ketus Steven, Jerry dan Albert, yang melakukan wisata rohani ke Pantai Mangatasik. Saat ini, lokasi pantai wisata tersebut dikelola perorangan warga sekitar dengan membuat kapling-kapling. Wisatawan yang berkinjung di sana disediakan tempat lalu dibayar kepada pengelola-pengelola tersebut. (ark)

Jalan di Kecamatan Tombariri memprihatinkan

Jalan di Kecamatan Tombariri memprihatinkan HAMPIR semua jalan alternatif menuju Minahasa dalam keadaan yang memprihatinkan. Jalan berlu-bang dan sempit, menjadi persoalan bagi para peng-guna jalan yang sering mengeluh akan keberadaan tersebut. Seperti jalan masuk ke Kabupaten Mina-hasa melalui jalur Timur tepatnya di Kecamatan Tombariri. Berdasarkan pantauan harian ini, mema-suki Desa Borgo menuju Lemoh, Lolah, Ranotong-kor, bisa dipastikan bahwa kondisi jalan yang dilewat banyak sekali lubang yang menganga yang diame-ternya bervariasi dari ukuran bola kaki hingga ber-diameter 2 meter. Alhasil, para sopir angkot serta masyarakat setempat pun mulai mengeluh dan me-minta agar pemerintah setempat segera melakukan pendataan dan perbaikan. “Kita sangat mengapresiasi dengan adanya kebija-kan pemerintah daerah maupun kecamatan yang be-rupaya untuk memperbaiki jalan di desa kami. Na-mun sayang hingga kini belum ada kejelasan bahkan ada upaya untuk pembenahan. Kita berharap ini menjadi aspirasi yang harus direalisasikan karena jalan kami di desa Lemoh ini sudah berpuluhan tahun belum diperbaiki,” ujar Jonly Wolah warga Lemoh seraya mengatakan jika persoalan ini juga perlu disi-kapi oleh dewan yang berasal dari Dapil Tombariri. Hal senada juga dikatakan Rency Wongkar warga Desa Ranotongkor kecamatan Tombariri. “Kalau boleh jangan ada sistem tambal sulam sebab justru hanya membuat kondisi jalan bergelombang. Jangan sampai ini menjadi persoalan klasik sehingga mem-benturkan antara kepentingan politik dengan aspirasi masyarakat secara menyeluru,” ujarnya. Sementara itu Wabup Minahasa Drs Jantje Sajouw Msi mengatakan, perbaikan jalan di Kabupaten Minahasa memang dilihat dari prioritas.(erka)