Minggu, 18 September 2011
Healthy Porridge: Bubur Manado (Tinutuan)
Healthy Porridge: Bubur Manado (Tinutuan)
by ARIEF T NUR GOMO on Oct 1, 2010 • 2:34 pm 2 Comments
Waktu lebaran kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mudik ke Manado, tempat kelahiran saya. Saya dan teman-teman mengunjungi tempat wisata kuliner yang cukup terkenal di Manado, namanya Wisata Makanan Tradisional Tinutuan Wakeke. Di sepanjang jalan Wakeke ini berjejer warung-warung makan yang menjual Tinutuan atau bubur Manado lengkap dengan lauk-pauknya seperti perkedel nike (sejenis ikan yang berukuran lebih kecil dari ikan teri dan hanya terdapat di Danau Tondano Sulawesi Utara), sambal Roa (sejenis ikan asap khas), pisang goreng khas Manado dan lain-lain.
Tinutuan atau bubur Manado adalah salah satu masakan khas dari Sulawesi Utara. Bubur ini dijuluki bubur sehat karena bahan-bahan makanan yang digunakan terkenal dengan manfaatnya yang menyehatkan. Tak hanya menyehatkan, makanan yang satu ini tak kalah enaknya, apalagi bila disantap dengan sambalnya. Mari kita lihat jenis bahan baku dan manfaat kesehatannya.
Beras adalah sumber utama karbohidrat dan energi. Selain itu kandungan gula pada beras kurang dari 0,1%. Beras juga menyuplai mineral kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium serta vitamin B9 (folat) dan B3 (niasin).
Jagung muda adalah jagung yang dipanen pada saat muda. Rasanya agak manis karena kandungan gulanya lebih tinggi dibandingkan dengan jagung tua. Jagung muda menghasilkan kalori yang rendah karena kandungan karbohidratnya yang hanya sekitar 25% dibandingkan beras. Kandungan serat jagung muda lebih tinggi dibandingkan dengan beras atau kentang. Oleh karena itu jagung muda disini berfungsi sebagai sayur dan bukan sebagai sumber karbohidrat. Jagung muda juga merupakan sumber mineral magnesium, fosfor, dan kalium, serta vitamin B9 (folat). Jagung muda mengandung antioksidan beta karoten.
Labu kuning atau bahasa Inggrisnya pumpkin. Bahan makanan yang satu ini kaya akan vitamin A dan beta karoten. Selain itu juga merupakan sumber serat dan rendah lemak. Kandungan lain pada bahan ini yaitu vitamin C dan E, juga mineral fosfor dan kalium.
Singkong termasuk sumber karbohidrat dengan nilai indeks glikemik yang rendah. Bahan ini juga merupakan sumber serat, rendah lemak, rendah sodium, dan sumber yang baik untuk mineral mangan dan vitamin C.
Bayam memiliki nilai nutrisi yang tinggi dan kaya akan antioksidan apabila dikonsumsi segar, dikukus, atau direbus cepat. Selain itu bahan ini merupakan sumber yang baik akan vitamin A (tinggi kandungan lutein dan zeaxanthin), C, E, K, B2, B6, dan B9, juga mineral magnesium, mangan, besi, kalsium, kalium, fosfor, seng, selenium, dan tembaga. Penelitian terakhir menyebutkan juga kalau bayam ternyata mengandung senyawa opioid peptide yang disebut rubiscolins yang berperan penting dalam kesehatan otak terutama berperan pada motivasi, emosi, hubungan antar manusia,respons terhadap tekanan dan sakit, dan mengontrol asupan makanan.
Kangkung atau water spinach mengandung kalori yang rendah dan merupakan sumber yang baik untuk mineral kalsium dan besi, serta vitamin A dan C.
Kemangi (basil). Penelitian terakhir menyebutkan bahwa kandungan minyak atsiri dalam kemangi berpotensi sebagai antioksidan, antikanker, anti virus, dan anti mikroba.
Selanjutnya, mari kita membuat bubur Manado. Try the recipe below.
Untuk 2 porsi
Bahan
75 g beras
250 g jagung muda (disisir)
100 g labu kuning
50 g singkong
1 L air
1 sdt garam
1 batang serai (memarkan)
1 cm jahe (memarkan)
50 g bayam
50 g kangkung
25 g daun kemangi
Cara membuat
Cuci labu kuning. Kupas dan potong-potong ukuran 2x2x1 cm. Sisihkan.
Bersihkan dan cuci daun bayam, kangkung dan daun kemangi. Potong dan campurkan daun bayam, kangkung dan daun kemangi. Sisihkan.
Siapkan panci, masukkan beras yang sudah dicuci, garam, sereh, jahe dan air. Masak hingga setengah matang.
Masukkan jagung dan labu kuning. Aduk. Kemudian masak sampai matang.
Masukkan campuran sayur. Masak sekitar 10 menit sambil diaduk hingga sayuran matang.
Angkat. Hidangkan.
Nilai Gizi per porsi
Energi: 140 kkal
Lemak: 0,8 g
Karbohidrat: 28,6 g
Serat: 3,1 g
Protein: 4,6 g
Tips dan saran:
Agar lebih nikmat, jangan lupa sambalnya.
Ikan asin, perkedel nike, atau perkedel jagung pun bisa menjadi temen santapan bubur manado.
Jika dibuat untuk disantap nantinya. Siapkan saja buburnya. Tambahkan sayur sambil dipanaskan bersama bubur ketika akan disantap. Sehingga vitamin tidak banyak yang hilang dari sayur.
Sajikan hangat lebih nikmat.
RESEP MASAKAN KHAS MANADO
Masakan Khas Manado
Masakan khas Manado - Sulawesi Utara yang sudah masuk kategori selera Nusantara adalah Bubur Manado atau Tinotuan dan Masakan Woku
Bubur Manado
Bubur Tinotuan , atau lebih populer dengan nama Bubur Manado, merupakan salah satu makanan khas dari Kota Manado, Sulawesi Utara. Makanan ini boleh dikatakan telah menusantara, karena dapat ditemukan disemua kota dan sesuai selera nusantara, lagi pula sangat sarat dengan Gizi.
Bahan :
1 mangkok bubur
100g-kangkung- yang sudah dipetik dari tangkainya
2 buah jagung muda, disisir
250g -ubi jalar- merah, dipotong dadu dan direbus
50g -daun melinjo
50g -daun kemangi
1sdt garam
½sdt gula pasir
200ml -air
100g -ikan asin
Cara membuat :
Rebus bubur beserta air hingga mendidih, kemudian masukkan ubi masak hingga tercampur rata.
Masukkan jagung, kangkung, daun melinjo, daun kemangi, garam, dan gula. Masak hingga sayur cukup matang.
Sajikan dengan ikan asin.
Masakan Woku
Ikan masak woku adalah maskan khas buatan Menado. Sangat nikmat dan menjadi favorit di semua kota yang doyan dengan ikan .
Ada dua macam sajian woku yaitu woku belanga dan woku bakar. Sedangkan ikannya bisa dari air tawar (yang enak jenis mujair), bisa pula dari ikan laut. Dari beberapa tempat restoran , tercatat juga sebagai Selera Nusantara
Bahan :
* 600 gr (2 ekor) ikan ,potong dua bagian
* 3 batang Serai dirajang halus
* 5 lembar Daun jeruk dirajang halus
* 1/2 lembar Daun kunyit dirajang halus
* 3 batang Daun bawang dirajang
* 1 genggam Daun kemangi
* 2 buah Tomat dipotong 8 bagian
* 3 sdm Daun jeruk
* 4 sdm Minyak untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
* 10 buah Cabe rawit merah
* 5 buah Cabe merah
* 7 buah Bawang merah
* 5 cm Jahe
* 2 sdt Garam
Cara membuat:
* Panaskan minyak , tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang kemudian masukkan serai, daun jeruk, daun kunyit, daun bawang, aduk hingga beraroma harum.
* Masukkan ikan mas, aduk hingga seluruh permukaan ikan terlumur dengan bumbunya.
* Letakkan daun kemangi di atas ikan kemudian tutup , teruskan memasak hingga ikan benar-benar matang, angkat dan sajikan.
Pantai Mangatasik, Potensi PAD yang Terlupakan
Pantai Mangatasik, Potensi PAD yang Terlupakan
Pantai Mangatasik
Minahasa Today – Kabupaten Minahasa sebenarnya memiliki sejumlah potensi wisata yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Antaranya Pantai Pantai Mangatasik. Meski setiap liburan dipadati ribuan pengunjung, namun hingga saat ini Pantai yang terdapat di Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa tersebut belum dikelola.
Kondisi pantai pun tidak terawat. Ini mengundang keprihatinan dari warga yang berwisata ke sana. ‘’Dari ribuan pengunjung, berapa saja uang yang bisa diperoleh saat hari-hari libur seperti ini. Harusnya, Pemkab Minahasa dalam hal ini Dinas Pariwisata tanggap, karena sudah bertahun-tahun tak pernah dikelola,’’ ketus Steven, Jerry dan Albert, yang melakukan wisata rohani ke Pantai Mangatasik.
Saat ini, lokasi pantai wisata tersebut dikelola perorangan warga sekitar dengan membuat kapling-kapling. Wisatawan yang berkinjung di sana disediakan tempat lalu dibayar kepada pengelola-pengelola tersebut. (ark)
Jalan di Kecamatan Tombariri memprihatinkan
Jalan di Kecamatan Tombariri memprihatinkan
HAMPIR semua jalan alternatif menuju Minahasa dalam keadaan yang memprihatinkan. Jalan berlu-bang dan sempit, menjadi persoalan bagi para peng-guna jalan yang sering mengeluh akan keberadaan tersebut. Seperti jalan masuk ke Kabupaten Mina-hasa melalui jalur Timur tepatnya di Kecamatan Tombariri. Berdasarkan pantauan harian ini, mema-suki Desa Borgo menuju Lemoh, Lolah, Ranotong-kor, bisa dipastikan bahwa kondisi jalan yang dilewat banyak sekali lubang yang menganga yang diame-ternya bervariasi dari ukuran bola kaki hingga ber-diameter 2 meter. Alhasil, para sopir angkot serta masyarakat setempat pun mulai mengeluh dan me-minta agar pemerintah setempat segera melakukan pendataan dan perbaikan.
“Kita sangat mengapresiasi dengan adanya kebija-kan pemerintah daerah maupun kecamatan yang be-rupaya untuk memperbaiki jalan di desa kami. Na-mun sayang hingga kini belum ada kejelasan bahkan ada upaya untuk pembenahan. Kita berharap ini menjadi aspirasi yang harus direalisasikan karena jalan kami di desa Lemoh ini sudah berpuluhan tahun belum diperbaiki,” ujar Jonly Wolah warga Lemoh seraya mengatakan jika persoalan ini juga perlu disi-kapi oleh dewan yang berasal dari Dapil Tombariri.
Hal senada juga dikatakan Rency Wongkar warga Desa Ranotongkor kecamatan Tombariri. “Kalau boleh jangan ada sistem tambal sulam sebab justru hanya membuat kondisi jalan bergelombang. Jangan sampai ini menjadi persoalan klasik sehingga mem-benturkan antara kepentingan politik dengan aspirasi masyarakat secara menyeluru,” ujarnya.
Sementara itu Wabup Minahasa Drs Jantje Sajouw Msi mengatakan, perbaikan jalan di Kabupaten Minahasa memang dilihat dari prioritas.(erka)
Langganan:
Postingan (Atom)