Selasa, 18 Oktober 2011
30 Hektar Sawah Petani Ranotongkor Kekeringan
Senin, 11 Oktober 2010 , 10:55:00
30 Hektar Sawah Petani Ranotongkor Kekeringan
TOMBARIRI- Kebijakan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk memprioritaskan pembangunan irigasi dalam rangka meningkatkan produksi pertanian dalam hal ini padi, patut dipertanyakan. Pasalnya, kondisi irigasi yang ada di Desa Ranotongkor sejak tahun lalu sampai saat ini masih dalam kondisi memprihatinkan dan belum mendapatkan perhatian Pemkab, dalam hal ini Dinas PU. Menurut Hukum Tua Ranotongkor Alebert R Mentang, panjang irigasi di Ranotongkor yang rusak kurang lebih 200 meter. “Irigasi yang rusak ini mengairi kurang lebih 40 ha sawah petani di Desa Ranotongkor. Namun setelah rusak, tinggal 10 ha area sawah yang bisa ditanam sedang 30 ha lainnya sudah tidak bisa ditanam,†tegas Mentang. Lanjutnya, 30 ha sawah yang tidak bisa ditanam padi ini, saat ini dialihfungsikan dan ditanami jagung. “Ketimbang tidak digunakan, lebih baik ditanami jagung,†tegas Mentang. Hal senada diungkapkan oleh Warga Ranotongkor lainnya, Sem Walewangko. Menurutnya, Pemkab Minahasa dalam hal ini Dinas PU, harus bisa secepatnya memperbaiki irigasi yang sudah rusak ini. Kadis PU Minahasa Ir Alex Sembung melalui Kabag Humas Pemkab Minahasa Vicky Tanor kepada wartawan koran ini mengungkapkan, desakan warga Ranotongkor agar pemerintah bisa secepatnya memperbaiki irigasi Ranotongkor akan dibicarakan dan diupayakan dalam anggaran APBD 2011. (ylo/myw)
Minggu, 18 September 2011
Healthy Porridge: Bubur Manado (Tinutuan)
Healthy Porridge: Bubur Manado (Tinutuan)
by ARIEF T NUR GOMO on Oct 1, 2010 • 2:34 pm 2 Comments
Waktu lebaran kemarin, saya mendapat kesempatan untuk mudik ke Manado, tempat kelahiran saya. Saya dan teman-teman mengunjungi tempat wisata kuliner yang cukup terkenal di Manado, namanya Wisata Makanan Tradisional Tinutuan Wakeke. Di sepanjang jalan Wakeke ini berjejer warung-warung makan yang menjual Tinutuan atau bubur Manado lengkap dengan lauk-pauknya seperti perkedel nike (sejenis ikan yang berukuran lebih kecil dari ikan teri dan hanya terdapat di Danau Tondano Sulawesi Utara), sambal Roa (sejenis ikan asap khas), pisang goreng khas Manado dan lain-lain.
Tinutuan atau bubur Manado adalah salah satu masakan khas dari Sulawesi Utara. Bubur ini dijuluki bubur sehat karena bahan-bahan makanan yang digunakan terkenal dengan manfaatnya yang menyehatkan. Tak hanya menyehatkan, makanan yang satu ini tak kalah enaknya, apalagi bila disantap dengan sambalnya. Mari kita lihat jenis bahan baku dan manfaat kesehatannya.
Beras adalah sumber utama karbohidrat dan energi. Selain itu kandungan gula pada beras kurang dari 0,1%. Beras juga menyuplai mineral kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium serta vitamin B9 (folat) dan B3 (niasin).
Jagung muda adalah jagung yang dipanen pada saat muda. Rasanya agak manis karena kandungan gulanya lebih tinggi dibandingkan dengan jagung tua. Jagung muda menghasilkan kalori yang rendah karena kandungan karbohidratnya yang hanya sekitar 25% dibandingkan beras. Kandungan serat jagung muda lebih tinggi dibandingkan dengan beras atau kentang. Oleh karena itu jagung muda disini berfungsi sebagai sayur dan bukan sebagai sumber karbohidrat. Jagung muda juga merupakan sumber mineral magnesium, fosfor, dan kalium, serta vitamin B9 (folat). Jagung muda mengandung antioksidan beta karoten.
Labu kuning atau bahasa Inggrisnya pumpkin. Bahan makanan yang satu ini kaya akan vitamin A dan beta karoten. Selain itu juga merupakan sumber serat dan rendah lemak. Kandungan lain pada bahan ini yaitu vitamin C dan E, juga mineral fosfor dan kalium.
Singkong termasuk sumber karbohidrat dengan nilai indeks glikemik yang rendah. Bahan ini juga merupakan sumber serat, rendah lemak, rendah sodium, dan sumber yang baik untuk mineral mangan dan vitamin C.
Bayam memiliki nilai nutrisi yang tinggi dan kaya akan antioksidan apabila dikonsumsi segar, dikukus, atau direbus cepat. Selain itu bahan ini merupakan sumber yang baik akan vitamin A (tinggi kandungan lutein dan zeaxanthin), C, E, K, B2, B6, dan B9, juga mineral magnesium, mangan, besi, kalsium, kalium, fosfor, seng, selenium, dan tembaga. Penelitian terakhir menyebutkan juga kalau bayam ternyata mengandung senyawa opioid peptide yang disebut rubiscolins yang berperan penting dalam kesehatan otak terutama berperan pada motivasi, emosi, hubungan antar manusia,respons terhadap tekanan dan sakit, dan mengontrol asupan makanan.
Kangkung atau water spinach mengandung kalori yang rendah dan merupakan sumber yang baik untuk mineral kalsium dan besi, serta vitamin A dan C.
Kemangi (basil). Penelitian terakhir menyebutkan bahwa kandungan minyak atsiri dalam kemangi berpotensi sebagai antioksidan, antikanker, anti virus, dan anti mikroba.
Selanjutnya, mari kita membuat bubur Manado. Try the recipe below.
Untuk 2 porsi
Bahan
75 g beras
250 g jagung muda (disisir)
100 g labu kuning
50 g singkong
1 L air
1 sdt garam
1 batang serai (memarkan)
1 cm jahe (memarkan)
50 g bayam
50 g kangkung
25 g daun kemangi
Cara membuat
Cuci labu kuning. Kupas dan potong-potong ukuran 2x2x1 cm. Sisihkan.
Bersihkan dan cuci daun bayam, kangkung dan daun kemangi. Potong dan campurkan daun bayam, kangkung dan daun kemangi. Sisihkan.
Siapkan panci, masukkan beras yang sudah dicuci, garam, sereh, jahe dan air. Masak hingga setengah matang.
Masukkan jagung dan labu kuning. Aduk. Kemudian masak sampai matang.
Masukkan campuran sayur. Masak sekitar 10 menit sambil diaduk hingga sayuran matang.
Angkat. Hidangkan.
Nilai Gizi per porsi
Energi: 140 kkal
Lemak: 0,8 g
Karbohidrat: 28,6 g
Serat: 3,1 g
Protein: 4,6 g
Tips dan saran:
Agar lebih nikmat, jangan lupa sambalnya.
Ikan asin, perkedel nike, atau perkedel jagung pun bisa menjadi temen santapan bubur manado.
Jika dibuat untuk disantap nantinya. Siapkan saja buburnya. Tambahkan sayur sambil dipanaskan bersama bubur ketika akan disantap. Sehingga vitamin tidak banyak yang hilang dari sayur.
Sajikan hangat lebih nikmat.
RESEP MASAKAN KHAS MANADO
Masakan Khas Manado
Masakan khas Manado - Sulawesi Utara yang sudah masuk kategori selera Nusantara adalah Bubur Manado atau Tinotuan dan Masakan Woku
Bubur Manado
Bubur Tinotuan , atau lebih populer dengan nama Bubur Manado, merupakan salah satu makanan khas dari Kota Manado, Sulawesi Utara. Makanan ini boleh dikatakan telah menusantara, karena dapat ditemukan disemua kota dan sesuai selera nusantara, lagi pula sangat sarat dengan Gizi.
Bahan :
1 mangkok bubur
100g-kangkung- yang sudah dipetik dari tangkainya
2 buah jagung muda, disisir
250g -ubi jalar- merah, dipotong dadu dan direbus
50g -daun melinjo
50g -daun kemangi
1sdt garam
½sdt gula pasir
200ml -air
100g -ikan asin
Cara membuat :
Rebus bubur beserta air hingga mendidih, kemudian masukkan ubi masak hingga tercampur rata.
Masukkan jagung, kangkung, daun melinjo, daun kemangi, garam, dan gula. Masak hingga sayur cukup matang.
Sajikan dengan ikan asin.
Masakan Woku
Ikan masak woku adalah maskan khas buatan Menado. Sangat nikmat dan menjadi favorit di semua kota yang doyan dengan ikan .
Ada dua macam sajian woku yaitu woku belanga dan woku bakar. Sedangkan ikannya bisa dari air tawar (yang enak jenis mujair), bisa pula dari ikan laut. Dari beberapa tempat restoran , tercatat juga sebagai Selera Nusantara
Bahan :
* 600 gr (2 ekor) ikan ,potong dua bagian
* 3 batang Serai dirajang halus
* 5 lembar Daun jeruk dirajang halus
* 1/2 lembar Daun kunyit dirajang halus
* 3 batang Daun bawang dirajang
* 1 genggam Daun kemangi
* 2 buah Tomat dipotong 8 bagian
* 3 sdm Daun jeruk
* 4 sdm Minyak untuk menumis
Bumbu yang dihaluskan:
* 10 buah Cabe rawit merah
* 5 buah Cabe merah
* 7 buah Bawang merah
* 5 cm Jahe
* 2 sdt Garam
Cara membuat:
* Panaskan minyak , tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang kemudian masukkan serai, daun jeruk, daun kunyit, daun bawang, aduk hingga beraroma harum.
* Masukkan ikan mas, aduk hingga seluruh permukaan ikan terlumur dengan bumbunya.
* Letakkan daun kemangi di atas ikan kemudian tutup , teruskan memasak hingga ikan benar-benar matang, angkat dan sajikan.
Pantai Mangatasik, Potensi PAD yang Terlupakan
Pantai Mangatasik, Potensi PAD yang Terlupakan
Pantai Mangatasik
Minahasa Today – Kabupaten Minahasa sebenarnya memiliki sejumlah potensi wisata yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Antaranya Pantai Pantai Mangatasik. Meski setiap liburan dipadati ribuan pengunjung, namun hingga saat ini Pantai yang terdapat di Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa tersebut belum dikelola.
Kondisi pantai pun tidak terawat. Ini mengundang keprihatinan dari warga yang berwisata ke sana. ‘’Dari ribuan pengunjung, berapa saja uang yang bisa diperoleh saat hari-hari libur seperti ini. Harusnya, Pemkab Minahasa dalam hal ini Dinas Pariwisata tanggap, karena sudah bertahun-tahun tak pernah dikelola,’’ ketus Steven, Jerry dan Albert, yang melakukan wisata rohani ke Pantai Mangatasik.
Saat ini, lokasi pantai wisata tersebut dikelola perorangan warga sekitar dengan membuat kapling-kapling. Wisatawan yang berkinjung di sana disediakan tempat lalu dibayar kepada pengelola-pengelola tersebut. (ark)
Jalan di Kecamatan Tombariri memprihatinkan
Jalan di Kecamatan Tombariri memprihatinkan
HAMPIR semua jalan alternatif menuju Minahasa dalam keadaan yang memprihatinkan. Jalan berlu-bang dan sempit, menjadi persoalan bagi para peng-guna jalan yang sering mengeluh akan keberadaan tersebut. Seperti jalan masuk ke Kabupaten Mina-hasa melalui jalur Timur tepatnya di Kecamatan Tombariri. Berdasarkan pantauan harian ini, mema-suki Desa Borgo menuju Lemoh, Lolah, Ranotong-kor, bisa dipastikan bahwa kondisi jalan yang dilewat banyak sekali lubang yang menganga yang diame-ternya bervariasi dari ukuran bola kaki hingga ber-diameter 2 meter. Alhasil, para sopir angkot serta masyarakat setempat pun mulai mengeluh dan me-minta agar pemerintah setempat segera melakukan pendataan dan perbaikan.
“Kita sangat mengapresiasi dengan adanya kebija-kan pemerintah daerah maupun kecamatan yang be-rupaya untuk memperbaiki jalan di desa kami. Na-mun sayang hingga kini belum ada kejelasan bahkan ada upaya untuk pembenahan. Kita berharap ini menjadi aspirasi yang harus direalisasikan karena jalan kami di desa Lemoh ini sudah berpuluhan tahun belum diperbaiki,” ujar Jonly Wolah warga Lemoh seraya mengatakan jika persoalan ini juga perlu disi-kapi oleh dewan yang berasal dari Dapil Tombariri.
Hal senada juga dikatakan Rency Wongkar warga Desa Ranotongkor kecamatan Tombariri. “Kalau boleh jangan ada sistem tambal sulam sebab justru hanya membuat kondisi jalan bergelombang. Jangan sampai ini menjadi persoalan klasik sehingga mem-benturkan antara kepentingan politik dengan aspirasi masyarakat secara menyeluru,” ujarnya.
Sementara itu Wabup Minahasa Drs Jantje Sajouw Msi mengatakan, perbaikan jalan di Kabupaten Minahasa memang dilihat dari prioritas.(erka)
Minggu, 14 Agustus 2011
Inilah Kisah Tim Gabungan Memburu Nazaruddin
Inilah Kisah Tim Gabungan Memburu Nazaruddin
MINGGU, 14 AGUSTUS 2011 | 03:28 WIB
Besar Kecil Normal
Pesawat Gulfstream yang membawa M Nazaruddin tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (13/8) malam. TEMPO/Aditia Noviansyah
TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim Pemburu Muhammad Nazaruddin mengklaim tidak ujug-ujug (tiba-tiba) saja mengetahui keberadaan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu di Kolombia. Mereka menyebut telah mendeteksi posisi Nazar sejak di di Dominika Commonwealth. Sejumlah tim bahkan sudah dikirim untuk membuntuti Nazar, yang diketahui memakai paspor atas nama Muhammad Syarifuddin, diketahui berada di Kolombia, dan ditangkap polisi setempat.
Kronologi itu disampaikan Ketua Tim Penjemput Brigadir Jenderal Polisi Anas Yusuf dan anggotanya, Rohadi Iman Santosa, dari Direktorat Jenderal Imigrasi dalam jumpa pers di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu 13 Agustus 2011. Jumpa pers dihadiri Ketua KPK Busyro Muqoddas bersama empat pimpinan KPK lainnya dan Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Sutarman dan anggota tim penjemput lainnya.
“Jadi pengejaran itu tidak ujug-ujug,” kata Anas Yusuf. "Kami sudah cukup lama mengikuti dengan investigasi dan teknis kepolisian, sehingga tim tahu persis di mana yang bersangkutan berada.”
Menurut Anas Yusuf, salah satu petunjuk yang dipakai tim penyidik adalah tayangan komunikasi visual Nazaruddin dengan layanan aplikasi Skype bersama jurnalis warga Iwan Piliang. Anas mengaku timnya cukup ulet, sehingga tahu posisi Nazaruddin waktu itu berada di Dominika.
"Kami beranjak dari dengan fakta yang ada," kata Anas Yusuf. "Kami tahu kapan dia datang ke Dominika dan terus meninggalkan Dominika. CCTV-nya ada semua. Terus kami cek hotel bersangkutan," tuturnya lagi.
Dari situ, kata Rohadi Iman Santosa, tim menerima informasi akurat kalau Nazaruddin memasuki Kolombia. Tim dari Mabes Polri terbang dulu menuju Dominika untuk melacak dan memburu Nazaruddin lebih lanjut.
Inilah kronologinya.
27 Juli 2011
Tim pemburu Nazaruddin berangkat menuju Dominika dengan pesawat komersial dari Jakarta. Tim ke Singapura terlebih dahulu kemudian ke Tokyo-Atlanta-New York-Puertorico-Antigua-Dominika.
29 Juli 2011
Tim tiba di Dominika dan bergabung dengan tim advance yang dipimpin Komisaris Besar Polisi Sugeng, SLO dari KBRI Washington DC. Proses pengumpulan data dilakukan. Hasilnya, terdeteksi dua nomor telepon yang dipakai Nazaruddin saat di Dominika.
Pengamatan CCTV di Port Autority Dominika juga menghasilkan Nazaruddin ke Dominika. Semula tak diketahui Nazar memakai paspor atas nama siapa karena paspornya sudah ditarik Imigrasi.
Dari rekam jejak dokumen General Declaration (dokumen yang memuat nama-nama awak pesawat yang dipakai dan orang yang ada di dalam pesawat) ditemukan nama Neneng Sri Wahyuni. "Kami mencari dengan patokan Nazaruddin berangkat dengan istrinya,” kata Rohadi.
Dalam daftar itu ditemukan nama Syarifuddin dan beberapa orang lainnya. Akhirnya diketahui bahwa Nazaruddin memakai paspor atas nama Syarifuddin. Dia didampingi Neneng Sriwahyuni, Nazir Rahmat, dan Eng Kiam Lim. Mereka masuk ke Dominika pada 18 Juli 2011 dan menginap di dua tempat penginapan.
Pada 23 Juli, Nazar keluar dari Dominika. Nazar cs terbang menuju Kolombia pakai pesawat carter.
Tim mengontak Interpol Kolombia dan memberi tahu bahwa Nazaruddin masuk Kolombia memakai paspor Syarifuddin. “Tim advance di sana menemukan dua nomor telepon yang telah dideteksi melakukan komunikasi di situ,” kata Rohadi. ”Kami bekerja sama dengan CID."
6 Agustus 2011
Tim bergerak menuju Kolombia. Namun ketika sedang transit tim mendapat kabar bahwa Nazaruddin telah tertangkap di Kolombia pada 6 Agustus 2011. Nazaruddin ditangkap sendirian sedangkan istrinya tidak ditemukan. Saat ditangkap Nazaruddin melakukan dua pelanggaran: pelanggaran kriminal dan keimigrasian.
8-11 Agustus 2011
Tim bergerak cepat untuk segera memulangkan Nazaruddin ke Indonesia. Menurut Rohadi, tim pun mengambil kesepakatan dengan Pemerintah Kolombia untuk mengambil jalan tengah dengan melakukan deportasi terhadap Nazaruddin.
“Kami melakukan pembicaraan dengan Kementerian Luar Negeri Kolombia dan Kejaksaan Agung di sana untuk memulangkan Nazaruddin secepatnya,” ujarnya. "Jadi, kami mengambil jalan tengah. Nazaruddin dipulangkan dengan cara efusi (pengusiran) dengan tenggang waktu yang terbatas.”
Setelah itu tim pun bergerak cepat untuk mengurus pemulangan Nazaruddin dengan mencarter pesawat, sehingga Nazaruddin bisa hadir kembali di Indonesia pada Sabtu 13 Agustus 2011. Nazaruddin pun langsung dibawa ke Mako Brimob, kemudian dibawa ke KPK untuk dilakukan pemeriksaan awal.
WDA | TRI SUHATMAN
MINGGU, 14 AGUSTUS 2011 | 03:28 WIB
Besar Kecil Normal
Pesawat Gulfstream yang membawa M Nazaruddin tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta (13/8) malam. TEMPO/Aditia Noviansyah
TEMPO Interaktif, Jakarta - Tim Pemburu Muhammad Nazaruddin mengklaim tidak ujug-ujug (tiba-tiba) saja mengetahui keberadaan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu di Kolombia. Mereka menyebut telah mendeteksi posisi Nazar sejak di di Dominika Commonwealth. Sejumlah tim bahkan sudah dikirim untuk membuntuti Nazar, yang diketahui memakai paspor atas nama Muhammad Syarifuddin, diketahui berada di Kolombia, dan ditangkap polisi setempat.
Kronologi itu disampaikan Ketua Tim Penjemput Brigadir Jenderal Polisi Anas Yusuf dan anggotanya, Rohadi Iman Santosa, dari Direktorat Jenderal Imigrasi dalam jumpa pers di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu 13 Agustus 2011. Jumpa pers dihadiri Ketua KPK Busyro Muqoddas bersama empat pimpinan KPK lainnya dan Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Sutarman dan anggota tim penjemput lainnya.
“Jadi pengejaran itu tidak ujug-ujug,” kata Anas Yusuf. "Kami sudah cukup lama mengikuti dengan investigasi dan teknis kepolisian, sehingga tim tahu persis di mana yang bersangkutan berada.”
Menurut Anas Yusuf, salah satu petunjuk yang dipakai tim penyidik adalah tayangan komunikasi visual Nazaruddin dengan layanan aplikasi Skype bersama jurnalis warga Iwan Piliang. Anas mengaku timnya cukup ulet, sehingga tahu posisi Nazaruddin waktu itu berada di Dominika.
"Kami beranjak dari dengan fakta yang ada," kata Anas Yusuf. "Kami tahu kapan dia datang ke Dominika dan terus meninggalkan Dominika. CCTV-nya ada semua. Terus kami cek hotel bersangkutan," tuturnya lagi.
Dari situ, kata Rohadi Iman Santosa, tim menerima informasi akurat kalau Nazaruddin memasuki Kolombia. Tim dari Mabes Polri terbang dulu menuju Dominika untuk melacak dan memburu Nazaruddin lebih lanjut.
Inilah kronologinya.
27 Juli 2011
Tim pemburu Nazaruddin berangkat menuju Dominika dengan pesawat komersial dari Jakarta. Tim ke Singapura terlebih dahulu kemudian ke Tokyo-Atlanta-New York-Puertorico-Antigua-Dominika.
29 Juli 2011
Tim tiba di Dominika dan bergabung dengan tim advance yang dipimpin Komisaris Besar Polisi Sugeng, SLO dari KBRI Washington DC. Proses pengumpulan data dilakukan. Hasilnya, terdeteksi dua nomor telepon yang dipakai Nazaruddin saat di Dominika.
Pengamatan CCTV di Port Autority Dominika juga menghasilkan Nazaruddin ke Dominika. Semula tak diketahui Nazar memakai paspor atas nama siapa karena paspornya sudah ditarik Imigrasi.
Dari rekam jejak dokumen General Declaration (dokumen yang memuat nama-nama awak pesawat yang dipakai dan orang yang ada di dalam pesawat) ditemukan nama Neneng Sri Wahyuni. "Kami mencari dengan patokan Nazaruddin berangkat dengan istrinya,” kata Rohadi.
Dalam daftar itu ditemukan nama Syarifuddin dan beberapa orang lainnya. Akhirnya diketahui bahwa Nazaruddin memakai paspor atas nama Syarifuddin. Dia didampingi Neneng Sriwahyuni, Nazir Rahmat, dan Eng Kiam Lim. Mereka masuk ke Dominika pada 18 Juli 2011 dan menginap di dua tempat penginapan.
Pada 23 Juli, Nazar keluar dari Dominika. Nazar cs terbang menuju Kolombia pakai pesawat carter.
Tim mengontak Interpol Kolombia dan memberi tahu bahwa Nazaruddin masuk Kolombia memakai paspor Syarifuddin. “Tim advance di sana menemukan dua nomor telepon yang telah dideteksi melakukan komunikasi di situ,” kata Rohadi. ”Kami bekerja sama dengan CID."
6 Agustus 2011
Tim bergerak menuju Kolombia. Namun ketika sedang transit tim mendapat kabar bahwa Nazaruddin telah tertangkap di Kolombia pada 6 Agustus 2011. Nazaruddin ditangkap sendirian sedangkan istrinya tidak ditemukan. Saat ditangkap Nazaruddin melakukan dua pelanggaran: pelanggaran kriminal dan keimigrasian.
8-11 Agustus 2011
Tim bergerak cepat untuk segera memulangkan Nazaruddin ke Indonesia. Menurut Rohadi, tim pun mengambil kesepakatan dengan Pemerintah Kolombia untuk mengambil jalan tengah dengan melakukan deportasi terhadap Nazaruddin.
“Kami melakukan pembicaraan dengan Kementerian Luar Negeri Kolombia dan Kejaksaan Agung di sana untuk memulangkan Nazaruddin secepatnya,” ujarnya. "Jadi, kami mengambil jalan tengah. Nazaruddin dipulangkan dengan cara efusi (pengusiran) dengan tenggang waktu yang terbatas.”
Setelah itu tim pun bergerak cepat untuk mengurus pemulangan Nazaruddin dengan mencarter pesawat, sehingga Nazaruddin bisa hadir kembali di Indonesia pada Sabtu 13 Agustus 2011. Nazaruddin pun langsung dibawa ke Mako Brimob, kemudian dibawa ke KPK untuk dilakukan pemeriksaan awal.
WDA | TRI SUHATMAN
Gunung Karangetang Berstatus Siaga
SENIN, 08 AGUSTUS 2011 | 17:32 WIB
Besar Kecil Normal
Gunung Karangetang
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, Senin, 8 Agustus 2011, ditingkatkan statusnya dari waspada menjadi siaga. "Statusnya meningkat menjadi siaga pada 8 Agustus WITA," ujarnya dalam siaran persnya Senin, 8 Agustus 2011.
Radius bahayanya kini mencapai 2 kilometer. "Belum perlu ada pengungsian," ujar Sutopo. Soalnya, hingga batas 2 kilometer belum ada pemukiman penduduk.
Menurut Sutopo, Karangetang adalah salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia. Data menunjukkan sejak 1675 gunung itu sudah 40 kali memuntahkan lahar dan lava.
Pada letusan tahun 1997 tercatat tiga orang korban meninggal. Sementara pada letusan 4 Agustus 2010 terdapat empat orang hilang selama proses evakuasi.
Tahun ini, Karangetang juga sempat meletus pada 18 Maret 2011. Awan panas dan guguran lava telah merusak satu jembatan dan rumah warga.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi Surono mengatakan saat ini 18 gunung api dalam kondisi bahaya. Dua gunung berstatus Siaga yaitu Gunung Lokon (Sulawesi Utara) dan Gunung Ibu (Maluku Utara). Tapi kini sejak status Gunung Karangetang jadi siaga, maka kini total ada tiga gunung yang berstatus siaga. Adapun total gunung api di Indonesia ada 127 gunung.
Langganan:
Postingan (Atom)